|
Rabu, 24 Maret 2010 08:31 |
|
Beberapa hari yang lalu saya berbagi ilmu dengan 500 mahasiswa Relawan yang tergabung di Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa. Alhamdulillah dengan semangat dan kefokusan, lebih dari 90% dari para peserta mampu mematahkan pinsil kayu 2B dengan kelingking mereka. Kalau direnengkun sejenak, pinsil kayu adalah pinsil yang cukup keras. Namun dengan kefokusan para peserta mampu membuat pinsil kayu patah dengan kelingking jari mereka. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Rabu, 24 Maret 2010 08:20 |
|
Suatu kali, di Taiwan ada seorang konglomerat dan pengusaha kaya. Hebatnya, kekayaan itu menurut banyak pihak diperoleh benar-benar dari nol. Karena itu, apa yang dilakukannya mampu menginspirasi banyak orang. Suatu ketika, karena penasaran, ada seorang pemuda ingin belajar menimba pengalaman dari sang pengusaha. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya pemuda berhasil menemui si pengusaha. “Terimakasih Bapak mau menerima saya. Terus terang saya sangat ingin menimba pengalaman dari Bapak sehingga bisa sukses seperti Bapak,” ujar pemuda itu. Mendengar permintaan itu, sang pengusaha tsenyum sejenak. Kemudian, ia pun meminta anak muda tadi untuk menengadahkan tangannya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Jumat, 26 Februari 2010 23:34 |
|
Ada kalanya, kita merasa bahwa dunia ini tak lagi ramah pada diri kita. Ia seperti menjadi musuh ganas yang menempatkan diri kita sebagai korban. Dan jika kita terjebak, maka cara pandang sebagai korbanlah yang mendominasi pikiran dan perasaan kita. Dunia seperti mau kiamat!Bisnis lesu, penghasilan menyusut, pikiran berat dan kacau, perasaan tak karuan, tubuh serasa letih luar biasa, merasa serba salah, merasa berjalan di tempat, hilang akal, tak tahu harus bagaimana, dan sebagainya. Itu baru sedikit dari gejala mengalami dampak sebuah setback. Kita merasa seperti terpenjara, tersudutkan, dan terhakimi oleh keadaan. Kita merasa seperti orang yang paling menyedihkan di seluruh jagad raya. Kita merasa bahwa di dunia ini, tak ada yang lebih menderita dari diri kita. Dunia sudah seperti neraka yang membakar mood sampai ke ubun-ubun! Itukah yang sedang terjadi padamu wahai sahabat?
|
|
Selanjutnya...
|
|
Jumat, 26 Februari 2010 23:20 |
|
5 Aspek yang digunakan dalam Menentukan Kualitas Jasa - Reliability : Yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan
- Responsiveness : Yaitu respon atau kesigapan karyawan dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap, yang meliputi : kesigapan karyawan dalam melayani pelanggan, kecepatan karyawan dalam menangani transaksi, dan menangani keluhan pelanggan
- Assurance Meliputi kemampuan karyawan atas pengetahuan produk secara tepat, kualitas keramah-tamahan, perhatian dan kesopanan dalam memberi pelayanan, keterampilan dalam memberikan informasi, kemampuan dalam memberikan keamanan dalam manfaat jasa yang ditawarkan, dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.
- Emphaty : Yaitu perhatian secara individu yang diberikan perusahaan kepada pelanggan seperti kemudahaan untuk menghubungi perusahaan, kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan pelanggan, dan usaha perusahaan untuk memahami keinginan dan kebutuhan pelangganya
- Tangibles : Terukur, Meliputi penampilan fasilitas fisik seperti gedung dan ruangan front office, tersedianya tempat parkir, kebersihan, kerapian, dan kenyamanan ruangan, kelengkapan peralatan komonikasi dan penampilan
|
|
Rabu, 20 Januari 2010 09:29 |
|
Tuhan menganugrahkan sesuatu sesuai dengan kapasitas kita, bila kita belum siap pasti Tuhan belum menganugrahkan sesuatu tersebut, hanya terkadang kita yang membatasi diri kita sendiri, istilah para motivator "Mental Block", bila kita ingin berkembang, maka mental block ini yang harus kita hilangkan. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|