Berita
Tutorial
Jurusan
Kampus
Jl. A. Yani No. 0267 A,
Tanjung Baru, Baturaja Timur,
Ogan Komering Ulu, Sumsel - Indonesia
Telp: (0735) 326169
Fax: (0735) 326169
Call Centre: 081928840007
Mail: info@akmi-baturaja.ac.id
| Perempuan Sumsel Harus Melek Teknologi |
|
|
|
| Selasa, 26 Mei 2009 15:26 |
|
Bagaimana sebenarnya potensi yang dimiliki perempuan Sumsel? Berikut petikan wawancaranya. Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Selatan, bagaimana Anda melihat kondisi perempuan di daerah ini? Saya ingin perempuan di Sumatera Selatan lebih diangkat harkatnya, kendati harus kita akui masih banyak sekali kendalanya. Tetapi, ini harus kita dorong supaya perempuan bisa berkecimpung di tengah masyarakat dengan memberikan kontribusi positif. Dalam kapasitas sebagai Ketua PKK, saya berbicara tentang ini dengan ibu-ibu di bawah naungan PKK, terutama ibu-ibu dan perempuan di pedesaan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sedang fokus pada program pendidikan dan kesehatan. Sementara di sisi lain, di tengah masyarakat kini masih ada perempuan terlilit belenggu kebodohan akibat tingkat pendidikan yang rendah. Menurut Anda, bagaimana perempuan Sumsel bisa terlepas dari belenggu itu? Memang, kondisi seperti itu banyak ditemukan di daerah-daerah dengan standar ekonomi yang masih di bawah (garis kemiskinan). Di sejumlah daerah, banyak (perempuan) yang masih terbelenggu pendidikannya. Tetapi sekarang, pendidikan juga punya standar,siapa yang belum memiliki pendidikan? Nah, untuk perempuan Sumatera Selatan, pada umumnya sudah memiliki standar lulusan sekolah menengah. Terhadap masalah itu, peran dan jangkauan PKK seperti apa? Untuk sekarang, PKK lebih memperhatikan anak-anak usia sekolah yang memang seharusnya memperoleh pendidikan yang baik. PKK juga tidak melupakan ibu-ibu dan perempuan dengan memberikan pelatihan dan informasi paling aktual bagi mereka. Walaupun secara formal mereka tidak mempunyai pendidikan yang tinggi,kami sangat berharap mereka tahu dengan apa yang terjadi di jagat ini. PKK juga melakukan ini melalui jaringanjaringan kepengurusan yang ada di Sumsel. Bentuk konkret informasi seperti apa yang diberikan? Banyak, tapi lebih mengarah untuk menunjang program-program pemerintah, khususnya program kesehatan dan pendidikan. PKK di daerah juga memberikan informasi, pelatihan,dan menambahkan keterampilan untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Untuk bidang kesehatan, apa yang PKK lakukan? Untuk bidang kesehatan,PKK lebih agresif dan lebih efektif mendukung program yang sudah ada.Terakhir PKK melakukan sosialisasi kesehatan tentang penyakit TB paru,kusta,dan kaki gajah yang masih banyak di Sumatera Selatan. Untuk mendukung program ini, PKK melibatkan perempuan yang menjadi ujung tombak,yaitu ibu-ibu di kecamatan dan ibu camat yang bertanggung jawab. Caranya seperti apa? Memberikan informasi tentang penyakit tersebut, seperti mengenai penyakit kusta tentang ciri-cirinya, akibatnya, dan bagaimana agar penderitanya di masyarakat bisa diterima setelah mereka sembuh. Apalagi, khusus penyakit tertentu, seperti kusta, setelah pasiennya sembuh, masih banyak masyarakat tidak mau menerima mereka, akhirnya mereka dikucilkan. Untuk program ini, PKK menggandeng dinas-dinas terkait. Khusus program ini, PKK memulai dari daerah mana? PKK memulainya dari semua daerah di 15 kota dan kabupaten di Sumatera Selatan. Istri camat selaku Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan yang menjadi sasaran program ini. Di Sumatera Selatan, ada 218 Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan. Mereka inilah yang melakukan sosialisasi dan berhubungan langsung dengan masyarakat. Bagaimana tanggapan mereka? Mereka senang, selain mendapat ilmu juga ada sisi lainnya, bertemu dengan istri para camat seluruh Sumsel. Mereka juga bisa saling bertukar pikiran serta berdiskusi tentang daerah masingmasing, terutama soal kendala yang mereka hadapi dalam memajukan daerah masing-masing. Apakah Anda memanfaatkan sifat perempuan yang cenderung ingin bergaul dan berkumpul dapat menjadi suatu kekuatan hebat? Ya, dengan mengikuti suatu perkumpulan perempuan,wawasan mereka akan bertambah. Hal ini sangat penting karena dapat membuka peluang lain yang sangat menguntungkan bagi kaum perempuan terutama di pedesaan. Sebab, bagaimanapun juga, perempuan merupakan kekuatan besar bagi suatu keluarga. A pa PKK melakukan evaluasi terhadap program ini, bentuknya seperti apa? Setelah mendapatkan pendidikan dan ilmu pengetahuan dari sini, para istri camat ini sesegera mungkin menerapkan dan melakukan kegiatan serupa dengan melibatkan ibuibu dan perempuan di desa-desa. PKK juga akan meminta laporan untuk melakukan evaluasi, kecamatan mana yang belum melaksanakannya. Seperti pada kegiatan kemarin,masih ada atau tidak kecamatan yang belum ikut. Istri camat tersebut akan diundang agar mereka mendapatkan info yang sama. Bagaimana info ini bisa sampai di pedesaan? Agar informasi dan program ini sampai ke masyarakat terutama di pedesaan, PKK kecamatan didampingi Dinas Kesehatan masing-masing daerah akan melakukan hal sama seperti yang kami lakukan di sini. Agar pesan yang disampaikan benar-benar sampai, PKK berupaya agar mereka juga mendapat pendampingan dari dinas-dinas lainnya. Di PKK itu ada pokja-pokja, setiap pokja sudah ada mitranya masingmasing. Untuk mengembangkan program perekonomian keluarga,bagaimana bentuknya? Salah satunya, potensi di daerah kita kembangkan karena kita tidak bisa mengembangkan sesuatu daerah bila potensi lokalnya tidak ada. Anggota PKK yang akan melakukan pengembangan perekonomian keluarga harus melihat potensi di daerah itu. Jangan sampai kita melakukan pelatihan dan memberikan informasi tentang suatu, sedangkan sesuatu itu tidak ada di daerah mereka, akan sangat sulit bagi kita untuk mengembangkannya. Sebab, ilmu yang kita berikan akan percuma. Mereka dapat, tapi ketika mau pelaksanaannya tidak bisa. Contoh konkret dari program ini seperti apa? Kalau daerah itu memiliki potensi perikanan seperti di Kabupaten Ogan Ilir,di daerah itu kami bentuk kelompok petani perikanan. Kita juga harus tahu apa kendala mereka. Ini bukan pekerjaan mudah karena dari berbagai aspek, kita harus tahu. Namun,yang paling krusial adalah masalah pendanaan. Untuk itu, kami perlu mencari dana dengan menggandeng pihak ketiga, yaitu Dinas Perikanan, untuk membantu pembibitan, misalkan untuk alat keramba atau bantuan dan kredit lunak dari perbankan. Apakah cukup dengan cara seperti itu atau ada cara lain? Memang untuk lebih meningkatkan perekonomian keluarga, hasil yang didapat tidak harus utuh dijual seperti apa adanya. Waktu saya di Musi Banyuasin, bukan PKK yang melaksanakan, pernah dilakukan kerja ama Dinas Perikanan dengan konsultan guna meningkatkan produksi ikan. Supaya hasil produksi tidak over dan usaha perikanan ini bisa tahan lama, perlu dibuat olahan dari daging ikan, seperti diolah menjadi sosis ikan dan bakso ikan. Untuk itu, kami konsultan. Selain itu,produksinya harus memperhatikan higienisnya. Untuk pemasarannya, kami bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Apakah hal semacam ini akan dilakukan PKK? Untuk program seperti ini,PKK masih akan mengerem dulu. PKK saat ini akan mengupayakan perempuan atau ibu-ibu memiliki suatu usaha, daripada mereka menganggur di rumah atau mengerjakan sesuatu, tapi tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Ini bukan berarti perempuan Sumsel malas, mereka hanya belum tahu apa yang harus mereka lakukan untuk menambah perekonomian keluarga. Khusus potensi perempuan, potensi seperti apa yang terlihat dari perempuan Sumsel? Saya melihat perempuan Sumsel potensinya sangat beragam, dari ibu rumah tangga sampai perempuan pekerja. Untuk perempuan pekerja sudah sangat banyak berkiprah di pemerintahan dan swasta.Untuk perempuan pekerja yang juga ibu rumah tangga, kita lihat di pasar-pasar banyak perempuan yang membantu ekonomi keluarga. Bahkan, sekarang saya melihat ada perempuan yang jadi pengemudi ojek. Mungkin dari sisi ekonomi ini karena keterpaksaan akan keadaan. Sekarang merupakan era teknologi informasi (TI), bagaimana perempuan di Sumatera Selatan merespons hal ini? Kebetulan dari PKK pusat ada program sosialisasi sistem informasi manajemen PKK yang tentu berkaitan dengan komputerisasi atau TI. Memang masih disesuaikan dengan kemampuan ibu-ibu PKK. Saya ingin kami meningkatkan kemampuan dan penguasaan perempuan Sumsel di bidang teknologi informasi ini. Insya Allah, nanti dengan sistem informasi manajemen ini, data-data di desa dan kecamatan bisa onlinedengan PKK kabupaten dan kota.Kemudian, dari kabupaten dan kota online dengan provinsi,dari provinsi online ke pusat. Ini bentuk kemajuan PKK. Apakah PKK Sumsel juga akan melakukan program melek internet bagi perempuan Sumsel? Itu memang menjadi cita-cita kami. Secara perorangan, banyak perempuan, khususnya di perkotaan, yang sudah menguasai internet atau TI. Buktinya, banyak perempuan yang memiliki perangkat teknologi canggih, seperti blackberry atau memiliki account di Facebook. Namun, memang untuk di daerah, masih banyak sekali yang belum mengerti. Untuk itu, PKK akan mengarah ke program itu. Perempuan di Sumatera Selatan harus bisa menguasai TI. Mudah-mudahan ini bisa terealisasi. Anda sangat sibuk, masih punya waktukah untuk keluarga? Ha..ha..ha.. siapa bilang saya sibuk? Masih bisa kok saya melakukan kegiatan untuk keluarga. Saya masih punya waktu untuk bercanda dengan anak dan cucu, menemani suami menonton film, jalan-jalan,belanja,dan bertemu dengan teman-teman. Intinya, masih ada waktu untuk diri sendiri dan keluarga. Sebagai istri seorang gubernur, kapan waktu yang pas Anda melakukan diskusi dengan suami? Kapan pun saya selalu mendiskusikan banyak hal dengan suami, entah itu di meja makan,sedang ngopi atau nonton televisi, karena saya harus banyak tahu, terutama tentang program-program pemerintah. Sebab, sebagai Ketua PKK, saya harus mendukung program pemerintah. Dikutip dari : http://okukab.go.id/ |
Terjemahan
Pengumuman
| Nilai Semester pendek |
| Download Nilai Semester Pendek
Lihat Nilai Semester Pendek |
| Jadwal Perkuliahan Genap 2010-2011 |
| Update Nilai UAS 11/01/11 |
| Pengumuman Desember 2010 |
Login
Klik tombol login untuk informasi lengkapTestimoni
| Tedy Robiansyah, A.Md Entrepreneur & PNS Kodya Prabumulih “Sekarang saya telah memiliki usaha dan menjadi PNS, itu semua karena ilmu yang saya dapat dari AKMI Baturaja” |
Posting Baru
Copyright © 2009 AMIK AKMI Baturaja. All Rights Reserved. Developed by :bonkies.net



Tidak banyak perempuan yang memiliki semangat luar biasa, gesit, dan cenderung ingin melakukan pembaruan dalam segala hal. Karena hal inilah, sering kali muncul kekuatan perempuan untuk menghadapi tantangan dalam bentuk apa pun. SEKALIPUN perempuan banyak memiliki potensi terpendam, mereka menyadari bahwa untuk mewujudkan potensi itu tidak serta merta dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Banyak rambu yang mengharuskan perempuan, terutama yang sudah menyandang status ibu rumah tangga, bertindak tanpa meninggalkan kodratnya. 


