Kampus

Jl. A. Yani No. 0267 A,
Tanjung Baru, Baturaja Timur,
Ogan Komering Ulu, Sumsel - Indonesia

Telp: (0735) 326169
Fax: (0735) 326169
Call Centre: 081928840007
Mail: info@akmi-baturaja.ac.id


Home Berita Global Mati Lampu di Baturaja
Mati Lampu di Baturaja PDF Cetak E-mail
Selasa, 26 Mei 2009 14:43

Pemadaman listrik di Kabupaten OKU semakin sering terjadi. Konsumen PLN setempat dirugikan karena aktivitas terganggu dan peralatan elektronik banyak yang rusak. “Kemarin siang listrik padam seharian. Malam sebelumnya pun listrik mati sebentar. Hari ini saja (kemarin) mati listrik lagi biar pun sebentar. Ini sering terjadi, tapi kami tidak tahu penyebab terjadinya mati lampu ini,” kata warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Rusman, kemarin. Akibat mati lampu, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Baturaja ini mengaku terhambat dalam mengerjakan tugas kampus. Warga lainnya, Dewantara, yang bermukim di Karang Sari, Kecamatan Baturaja Timur, mengatakan, seringnya pemadaman listrik juga menyebabkan barang-barang elektroniknya mengalami kerusakan, belum lagi biaya beban listrik yang bertambah.

“Kalau sering biarpet biasanya tagihan bulanan listrik pasti naik,” katanya. Dia berharap pihak PLN memberikan pengumuman sebelum melakukan pemadaman listrik kepada masyarakat. Kepala Ranting PLN Baturaja Surya Dharma mengakui, beberapa pekan terakhir aliran listrik yang diterima pelanggan di Kabupaten OKU kerap biarpet. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mati lampu, di antaranya faktor teknis dan nonteknis. Dia mencontohkan, selama sebulan terakhir, dua trafo gardu listrik meledak, yakni trafo di simpang Supermarket Kanio Kota Baru dan trafo simpang Kantor Kejaksaan.

Kerusakan trafo terjadi karena faktor pengaruh cuaca buruk, seperti hujan dan kilat. Akibatnya, pelanggan listrik di daerah jalur trafo ini terjadi pemadaman listrik sembari menunggu datangnya alat trafo baru dan proses pemasangan. Pihaknya juga menemukan sekitar 20 kabel tembaga penangkal petir yang tertanam di 10 gardu listrik hilang. Kuat dugaan, kabel berdiameter 25 mm dengan panjang antara 4–5 meter dicuri orang. Padahal, kabel yang tertanam permanen ini sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi petir saat musim hujan. “Gardu listrik di OKU berjumlah 306 buah, setiap gardu pasti memiliki kabel penangkal petir untuk arister dan body trafo. Yang hilang terpaksa kami ganti dengan aluminium.

Kerusakan trafo dan hilangnya kabel menyebabkan PLN mengalami kerugian kwh listrik tidak terjual dan aset itu sendiri. Kerugian bisa ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” tutur Surya. Dia mencurigai jika orang yang mencuri kabel pasti sudah mengetahui detail instalasi listrik.“Ini pernah kami laporkan ke kepolisian,” katanya. Selain faktor cuaca dan hilangnya penangkal petir, lanjut Surya, masalah tanam tumbuh masih menjadi faktor utama terjadinya kerusakan jaringan.

Masalah tanam tumbuh bukan terjadi saat hujan dan angin kencang. “Misalnya pohon karet, rantingnya mengenai jalur kabel listrik, itu kan bisa berpengaruh, apalagi kalau sampai terputus,” katanya. Karena itu, dia mengimbau masyarakat OKU untuk bersama-sama mengantisipasi terjadinya kerusakan jaringan listrik. Dia berharap masyarakat dapat berperan aktif bersama-sama menjaga aset yang dimiliki PLN. Kapolres OKU AKBP Raden Eko Wahyu Prasetyo melalui Kasat Reskrim Polres OKU AKP Efriyanto Tambunan mengatakan, untuk mengantisipasi kehilangan kabel tanam penangkal petir, polisi akan meningkatkan patroli keamanan. “Peran PLN sendiri untuk memantau tentu paling utama, terutama para instalatur atau pihak-pihak yang mengetahui secara mendalam tentang listrik. Sejumlah pengumpul barang rongsokan nanti juga akan kami pantau,” kata Kasat Reskrim kemarin.

Dikutip dari : http://okukab.go.id

 

Terjemahan

Login

Klik tombol login untuk informasi lengkap
Terdapat 10 Tamu online
Merk Laptop apa yang anda sukai?
 

Support


LP3M

UPT Lab

Pendaftaran

Keuangan

Testimoni

Yoshar Yulizar, A.Md
Entrepreneur & Pemilik Warnet Kingstone Net.
“Karena ilmu yang saya dapat dari AKMI kini saya dapat menjadi pengusaha Warnet dan Computer Networking di Baturaja. Terima kasih AKMI”.

Copyright © 2009 AMIK AKMI Baturaja. All Rights Reserved. Developed by :bonkies.net